Tampilkan postingan dengan label random-writing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label random-writing. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2012

teman?

"teman", menurut wikipedia bahasa indonesia:
Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubunganyang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:
  • kejujuran
  • , barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran.
  • saling pengertian.
Ketika mungkin salah satu menarik diri dari yang lain, apakah tetap bisa dikatakan sebagai teman? Ah, aku juga ga tau dan ga mau tau. Yang penting, memiliki teman adalah suatu kebutuhan, kebutuhan bagi setiap manusia yang hidup. Tanpa teman, kita tidak bisa berbagi, ya apalagi bagi manusia sepertiku yang ga punya sodara kandung. Pada siapa aku bakal berbagi jika tidak dengan teman??

Oke, kembali ke pembahasan di atas, jika "teman" kita sendiri menarik diri.
Aku pribadi, akan tetap berusaha menjadi teman yang baik baginya. Mencoba meluangkan waktu untuk sekedar mendengarkan keluh kesahnya. Kalopun "teman" tidak mau berbagi saat itu, percayalah bahwa dia sudah dewasa dan tahu apa yang dia lakukan. Posisikan saja kita sebagai seseorang yang entah dibutuhkan atau tidak, akan membantu dan mencoba menemani mencari jalan keluar dari setiap permasalahan.

Ketika suatu persahabatan dirasa tidak seimbang, mungkin justru seperti itulah keadaan seimbangnya.

Friendship is just simply as that :)



Berikan apapun yang terbaik, maka kau akan dapatkan yang terbaik pula
for all my friends: believe me, you're great, try to believe in yourself like I believe in this friendship :)

Di Antara Dua Tembok




Astaghfirullah haladzim...

Hanya itu yang bisa aku ucap dan sebut, demi sekedar menghapus rasa bersalah yang kian menumpuk. Perasaan yang sebenarnya aku tak tahu mengapa harus kudapat.


Hari itu, yah hari itu. Dimana raut wajahmu yang ayu berubah menjadi sayu seketika saat aku ucapkan beberapa kata -kata yang sudah sepantasnya aku ucapkan. Aku tidak mengatai, tidak memaki, apalagi menghujat. Sudah kupastikan beberapa kali, sudah kuulangi dalam pikiranku sendiri, bahwa memang itu seharusnya bukan suatu hal yang dapat menyakitimu. Aku coba untuk mengingat-ingat kata-kataku di hari itu

"Oiya, jadinya besok kamu bisa ikut ***? (suatu kegiatan, disamarkan)" Tanyaku
"Nggak bisa mbak, aku ada ***** (kegiatan lain, yang berurusan dengan pribadinya). Aku juga udah bilang sama mbak ** (nama temanku, yang sekarang dia mungkin sedang merasakan hal yang sama)."
Seperti sihir, rautmu berubah saat kamu memulai merangkai kalimat keduamu itu. Halus, indah, namun menyakitkan. Sungguh.

Aku hanya ingin melaksanakan tugasku, hanya sebuah amanah sederhana dari teman seperjuangan, yang hanya ingin dirimu tetap bersama kami. Ah, tapi aku sudah merasa gagal menjalankan amanah itu. Gagal merangkulmu kembali, bahkan sekarang aku kehilanganmu, seutuhnya.

Di dalam otakku masih terbumbung optimisme bahwa kau akan mengerti bagaimana menghadapi ini semua, optimis bahwa kau akan kembali bersama kami, dengan seutuhnya dirimu, semangatmu yang membumbung tinggi dan juga harapan-harapan yang kau coba untuk rangkai dalam kenyataan.

Tapi permasalahannya adalah, aku tidak hanya memiliki seonggok nervus yang terbuntal menjadi satu dan ditempatkan di dalam kepalaku ini, aku masih punya seonggok daging yang lain: hati. Hati akan memiliki banyak, banyak sekali ramuan yang disebut dengan perasaan. Perasaan yang bisa dicampuradukkan sedemikian sehingga aku pun sudah muak merasakannya. Ya, sejujurnya beginilah keadaanku terhadapmu. Aku pun tidak bisa berkata-kata apapun lagi, tak tahu harus bersikap seperti apa lagi. Ya, aku lelah. Namun aku juga tidak mau perjuangan kami sia-sia saja karena hal-hal ini.

Terlalu berlebihan? Ya mungkin siapa saja boleh berpikir kalo aku terlalu berlebihan dalam menghadapi ini. Tapi, sejujurnya aku telah mencoba sekuatku untuk bersikap seolah biasa, namun suatu sms yang dikirimkan olehmu membuatku berpikir sampai sedalam ini. Sebegitunya kah kau sekarang?

Terasa terhimpit dua tembok. Dari arah kanan, ada sebuah tembok yang kuat, tebal, dan kokoh. Itu adalah tembok untuk teman-teman sepejuangan yang terus menekanku dan menyalahkanku mengapa aku bisa kehilangan orang sepertimu, yang menurut mereka dapat dengan sangat baik meneruskan perjuangan hidup ini. Tekanan tembok sebelah kanan itu ditambah dengan beberapa tusukan yang tepat mendarat di sasaran yang tepat. Ya, aku tak berdaya, dan teman-teman telah dengan mudahnya mempersalahkan aku untuk hal ini. Aku bukan tipe pemberontak untuk hal yang seperti ini, aku memilih berdamai dengan keadaan, mencoba untuk satu per satu menghilangkan luka-luka tusukan yang datang dan masih membiarkan tekanan dari tembok kanan yang tidak dapat aku lawan sendirian. Jujur, aku butuh bantuan.

Dari arah yang lain, ada suatu tembok tipis, entah aku tak tahu apa itu tembok atau hanyalah tripleks -saking tipisnya- yang tercat indah warna-warni di sisi yang menghadap ke luar, dan warna hitam kelam di sisi yang menghadap padaku, menghimpitku. Setiap orang yang melihatku terhimpit oleh tembok itu berpikir betapa menyenangkannya tembok itu: tipis, indah, tercat warna-warni. Tapi sangat jauh berbeda dengan yang aku hadapi: aku merasa mengadapi tembok paling kelam, yang sangat rapuh, bahkan aku tak tega untuk melawannya, sehingga tembok itu sangat leluasa menghimpitku. Ya, mungkin kau sudah bisa menebak, itu adalah tembokmu.

Sakit rasanya menahan ini semua, ingin sesekali memberontak, banyak teman yang menyarankan untuk memilih salah satunya, sehingga bisa bersama mendorong tembok lainnya, dan aku bisa terbebas dari himpitan ini.
Mereka, biasanya, memilih mengikuti arah tembok yang lebih kuat. Realistis memang, karena tembokmu begitu rapuh, sangat, sangat mudah untuk dihancurkan olehku yang pastinya dibantu oleh kekuatan tembok tebal teman-teman.

Tapi aku tak tega, em... bukan, maksudnya tak mau, atau... tak bisa melakukan itu. Aku ingin kau bisa sadar dan bersama-sama kita ikuti kekuatan tembok tebal teman-teman seperjuangan. Ya, aku akan menunggu dengan terus berusaha tidak melawanmu. Aku menunggu dan mencoba terus berusaha membuatmu beralih arah dan mendorong bersama.

Tembok


-tak ada gading yang tak retak-

Selasa, 31 Januari 2012

dari seorang teman :)

Ini adalah salah satu sms temenku yang aku masih simpen di HPku yang udah bulukan,

Yah mungkin aja bisa dibaca dari yang lain (aku lupa sumber aslinya apa)

Ini dia:

"Ketika Allah menjawab doamu, Ia meminta imanmu.


Saat Allah belum menjawab doamu, Ia meminta kesabaranmu.


Saat Allah menjawab tapi bukan doamu, Ia memberi yang terbaik untukmu."


Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tetapi Allah akan selalu memberi apa yang terbaik buat kita.


Semangat ya.




Semangat juga ya kawan, yang sekarang sudah merantau menuntut ilmu. Kita sama-sama mengejar impian dan harapan kita, dan semoga Allah masih memberikan kita nikmat Iman sampai akhir hayat nanti.

:)

Jumat, 13 Januari 2012

OSA

Iseng, gara-gara random ujian, haha, searching nama sendiri di search engine paling oke, yaitu simbah Google.

dan ternyata, OSA kebanyakan adalah suatu singkatan, ini nih beberapa diantaranya:


  1. Optical Society of America (OSA)
  2. Obstructive Sleep Apnea (OSA)
  3. Open Society Archives (OSA)
  4. Open Source Architecture (OSA)
  5. Oregon Student Association (OSA)
  6. Ontario Soccer Association (OSA)
  7. Overseas Shipper Association (OSA)
  8. Open Scripting Architecture (OSA)
  9. Office of Science Advisor (OSA)
  10. Oklahoma Soccer Association (OSA)
  11. Office of Student Affair (OSA)
  12. Open Systems Adapter (OSA)

Hehehe, banyak juga yaa, itu masih ada sebenernya hasil pancariannya di google sampe halaman ke-15, tapi ya masa aku bukain satu-satu...

Oke, ini emang postingan ga penting, tapi ya gapapa lah ya intermezo dikit, hehe

Jumat, 06 Januari 2012

Lagu-Laguan :D



Ini lagunya Raisa- Apalah Arti Menunggu :)
Suka banget lah lagunya, empat jempol buat Raisaa

Yeeey :D

Jarang aku suka lagu-lagu jaman sekarang, soalnya sih kata orang, "jaman" lagu kita itu ya jaman-jaman masih SMA yang notabene itu udah 2 tahun lalu, hehe *duh ketauan tuaa
Tapi aku suka lagu yang ini, bukan karena pengalaman atau apa (so, jangan curiga saya sedang galau atau apa, saya baik-baik saja kok, hidup saya masih hore hore sajaa :D).

Jujur deh ini lagu enak banget buat didenger, hehe. Iya, buat didenger aja, ga buat aku nyanyiin, abis kalo aku nyanyi nanti ada esensi yang lain dari lagu itu, terus terkesan beda gimana gitu, kan sayang tu ya lagu yang udah susah-susah dibuat sama pengarangnya, dengan segala emosi yang tersertakan dalam setiap baitnya, akan terkontaminasi dengan ekspresi saya yang *uhuk* sangat polos ini. (singkatnya= ane ga bisa nyanyi -,-)

oke, so, enjoy :)

Ini ada kepek'an liriknyaah (kalo mau karaokean sekalian -tapi jangan lupa yaa di kamar yg tertutup, telinga juga ditutup sekalian kalo perlu, tapi mulutnya jangan ditutup yaa ga bisa *ehem* nyanyi ntar, hahaha ga penting)


Telah lama aku bertahan
demi cinta wujudkan sebuah harapan
namun ku rasa cukup ku menunggu
semua rasa tlah hilang
reff:
sekarang aku tersadar
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi
namun ku rasa cukup ku menunggu
semua rasa tlah hilang
repeat reff
dahulu kaulah segalanya
dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
namun sekarang aku mengerti
tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama
repeat reff [2x]


Oiya, besok senen ujian yaa *sok amnesia*

-Moga ujiannya dilancarkan dan diberi kemudahan, amin-

Jumat, 16 Desember 2011

Yogyakarta, 12 Desember 2011

Oke, flashback sebentar ke hampir seminggu yang lalu.
Kenapa? ya, itu kalo kata orang-orang si hari spesial dalam hidup: hari ulang tahun, disaat kita diharuskan siap menuju ke level yang lebih tinggi, lebih dewasa (amin), lebih matang (amin, asal jangan gosong hehehe), dan lebih amanah (amin).
Tapi sejujurnya, agak aneh sama hari ulang tahunku di tahun ini (pada awalnya) soalnya ada beberapa kausa yang ga mungkin aku ceritain di sini. hehe

Kenapa aku bilang ultahku agak aneh di awalnya? Karena aku ga ngerasa n bahkan sempet berusaha ga inget hari itu. Saking skeptikalnya, aku ga tau kalo di balik semua itu some of my partners in crime: Ning, mb Pren, n Pandu telah dengan agak setengah matang merencanakan sesuatu.
Seharusnya, (harusnya kan ngerasa, tapi aku ga kerasa blas, I was hoping everything's calm and very usual when they did someting behind of me! hahaha) aku curiga sama sikapnya si Pandu yang tiba-tiba tanya ke Ning  pas praktikum, "Eh ada misi rahasia". Sempet si mikir, apaan. Tapi kan ya dia gak ngomong sama aku, cuma ke arah Ning yang kebetulan ada di sebelahku. Ga kugubris. #1KetidaktauanPertama

Abis itu, kayaknya semua berjalan sangat normal, tapi menurut pengakuan salah satu diantara oknum yang kusebut tadi, emang ga ada apa-apa lagi, kayak jadi gak jadi lah rencana itu bakal dilaksanain.
Lalu, saat hari H: muncul ke kampus dengan semua yang serba biasa: ga ada sesuatu pun yang aneh, dikurang-kurangin, atau ditambah-tambahin. Cuma, yah setiap senin kan praktikum selalu bergejolak. Tapi itu udah biasa, setiap minggu juga bergejolak. hehe.
Tapi di balik semua yang normal ada yang mereka lakukan. Nah pernah hari itu si Ning pinjem hape dan bilangnya mau maen, tapi tumben-tumbenan dia cuma maen bentaaar banget (biasanya lama puol dan susah ditarik balik hapenya, haha). Nah, karena skeptikal saya lagi, ga kugubris #2KetidaktauanKedua

Setelah itu, entah apa yang ternyata mereka lakukan, kan ga aku gubris tu ya, aku dengan polosnya minta rapat infection pas hari selasa alias besoknya (rapat infection itu diantaranya juga ada 3 manusia itu, ditambah aku, dan 4 manusia yang lain). Nah entah kenapa, mereka ngotot minta hari itu juga rapatnya: dengan berbagai alesan *mereka orang sibuk semuaaa

Nah sebagai tradisi keluarga, setiap aku atau bapak atau ibuku ultah, hari itu jadi "milik" keluarga, jadi ya agenda sorenya biasanya adalah makan bertiga. Hehehe, di tempat langganan si, tapi ya lumayan lah enak tempatnya, enak juga makanannya. Hahaha, balik lagi soal rencana dan rencana, ya aku kan bilang tu ya sama mereka: "Wah aku ga bisa kalo hari ini, sore ini aku ada acara keluarga"
Langsung tuh mereka berdengung kayak teko yang udah mendidih, hehehe.
Tau-tau si Ning tanya, "Eh, sa, kalo misalnya aku manggil bapak kamu apa ya?"
"Ya kadang-kadang temen-temenku manggil Om atau Pak, sama aja"
Bentaaar kenapa ya si Ning tanya begituan? #3KetidaktauanKetiga
dan tau-tau Bapak Ibuku membatalkan ritual untuk tahun ini, hayoooo

Singkat cerita, *kepanjangan kalo dijembrengin semua, aku rapat KKN tapi dianter Ning (tapi tetep pake motor ane, hehe) soalnya Ning mau minjem motor gitu balik ke kosan dia ngambil sesuatu, terus ntar katanya mau dijemput lagi. Yaudah si ya, emang sering gitu kok, jadi ga ada yang aneh...
Dan Ning pun menepati janjinya, hehe, jemput di saat yang sangaaat tepat: tepat pas aku kelar dia dateng, hehe. Langsung lah itu meluncur ke Pondok Cabe (poncab) Tamsis. Lah kenapa di Tamsis? Ide Pandu si, katanya biar aku agak deket rumah n aku bisa pulang agak maleman gitu..

.....di poncab.....
dateng2, udah jam setengah 7 lewat, padahal janjiannya jam setengah 7. Duh anak-anak pada kemana yaaa,
Ternyata di sana udah ada si Oni. Nongkrong di tempat yang paling pojok dan remang-remang dan berlilin. Duh dia mau ****et atau mau makan si ya? Hahahaha
Dan kami pun memesan makanan *as usual, dan langsung inget sama Pandu dan Pren yang ngakunya kejebak ujan. Duh mereka dipesenin dulu aja pa ya, pikirku. Dan si Pandu pesen jus Alpukat.
Di bagian lain otakku yang masih jalan, jadi inget: sebagai penanggung jawab, saya harus mulai menggugah mereka bahwa kami saat itu seharusnya rapat, bukan cuma ngumpul lalu ngobrol.
Tapi tumben, ini susah banget ya mereka diajak rapat, apa gara-gara baru bertiga aja ya jadi males? Duh ga ngerti, waktu itu, pikirku: Yaudah, tunggu yang lain dulu aja. Dan kami pun makan.
Dan di tengah makan itu Ning tiba-tiba aja bilang:
"Duh, Sa, aku pinjem motor dulu ya buat ke ATM, soalnya aku harus transfer sekarang juga, penting."
tanpa basa basi lagi, dia langsung capcus.
Astaga, mati, batas malemku kan jam 8, dan itu udah jam 8 kurang beberapa menit.
Efek kejadian itu aku bagi deh ke stage-stage biar lebih kerasa:

  • Stage 1: Masih jam 8 kurang, Nenangin pikiran: Ah, cuma ke ATM ini, gapapa, ga lama, masih bisa pulang tepat waktu kok..
    Tapi kok ga dateng-dateng ya nyampe jam 8?
  • Stage 2: Udah jam 8 lewatan dikit. Duh, Ning.....kamu dimanaaaa? Aku butuh pulaaaang :'(
    Di saat itu bener-bener deh udah agak panik, gagal banget ya aku, udah pas ulang tahun gini kan kudunya seneng-seneng tu ya, ini malah apes banget: ngadain rapat aja gagal total n motor dibawa begitu saja :'(
    Dan aku minta bantuan si Oni buat telpon si Ning, katanya Ning, aku diminta balik ke rumah aja sama Oni, soalnya Ning ribet dll dsb bla bla.
  • Stage 3: Astaga udah jam setengah 9, yawislah, yuk pulang..... *muka pucet bin pasrah
Oke fine, nyampe rumah: sepi. Berarti bapakku masih dengan acaranya, dan ibuku juga ikut. Kelam ya ultahku tahun ini, haha.
Waktu si Oni pamitan pulang, dan udah telanjur memacu motornya kembali pulang *udah dapet beberapa meter tu kayaknya, si Pandu yang entah dari mana dia, mucul secara tiba-tiba dari rumahku sambil neriakin si Oni buat ga balik.
BENGONGGGGG
dan saat itu aku cuma mikir: kok Pandu bisa ada di rumahku ya?
dudul ya, hahaha
Dan kejutan itu pun hadir
*tears*
*terharu*
*kaget*
*sebel, terutama si Ning yang udah bikin aku jantungan*
*bingung, dengan luapan kebingungan paling mutakhir-->muka bloon*

YEEEEEEEEY \(^O^)/
ah mereka so swit lah yaaa, hahaha

tapi saat yang paling aneh adalah: niup lilin dan lilinnya ga mati mati, alhasil kita berlima niup semua dan itu agak, ehem, agak aneh..
hahaha
tapi overall...

THANKS TO NING, mb PREN, PANDU, dan ONI :D

FYI, Oni ga diikutin dalam rencana, entah kenapa, hanya mereka bertiga yang tau. Tapi kalo dari sumber si, katanya dia juga korban, biar ada yang mau nganterin aku pulang.
hahaha

NICE :D

Kamis, 10 November 2011

Irama

Seakan semua hanya sebuah irama yang kita nikmati bersama.
Hanya irama yang dimainkan sesaat,
kemudian berhenti ketika pemainnya bosan,
kemudian dimainkan lagi ketika pemainnya mau.
Aku tak yakin kau merekamnya agar dapat kau putar lagi esok hari,
aku bahkan tak yakin kau masih mengingat melodi yang baru 10 detik lalu kau mainkan.

Irama ini memang seharusnya kau mainkan,
tapi apakah kau sadar bahwa ini tidak untuk main-main?
Atau, justru kau hanya mau berlatih memainkannya di depanku, agar kau bisa memainkannya dengan baik di pementasanmu esok hari?
Kau memainkannya terlalu indah untuk hanya sekedar berlatih.
Kau memainkannya seakan aku sudah berada pada pementasanmu.
Mungkin aku salah,
seharusnya irama itu memang bukan untukku.

Dan mungkin, aku harus mendengar irama melodi orang lain juga.
Karena kau tau, aku menutup telingaku ketika orang lain memainkan iramanya,
mungkin seharusnya aku mencari irama yang memang ditujukan langsung untukku.
Dengan irama yang jelas, mengalun,
tanpa terputus putus,
yang sedianya saat pentas aku memang akan menjadi penontonnya.

Mungkin aku terlalu berharap, kau memainkan irama indah itu,
dengan lengkap, utuh, jelas, dan mengalun dari satu bait ke bait lain,
untukku.
Mungkin aku terlalu berharap terpilih duduk di pementasanmu,
hanya untuk sekedar menikmati keindahan iramamu.

Maafkan aku telah terlalu mencampuri iramamu,
maafkan aku telah membuang waktumu untuk berlatih di depanku.

Terimakasih, walaupun terputus-putus, telah pernah memainkan irama itu di depanku,
terimakasih, walaupun bukan di pementasan, aku diizinkan mendengar irama itu.

Rabu, 09 November 2011

Yogyakarta, 9 November 2011

Catat baik-baik tanggal itu.
Simpen di dalam memori paling dalem aja, jangan terlalu luar. Nanti kalo di luar yang ada gampang kebuka.

Tanggal itu merupakan puncak, dimana aku bisa belajar, mengenal orang
Ternyata menghadapi orang-orang itu cukup susah, dan agak cukup makan ati.
Udah sering sih ngadepin, dicaci, diomongin dibelakang *curhat* tapi itu bukan masalah apa-apa. Karena saat itu, ga ada kepentingan apa-apa sama orang-orang itu. Contohnya, yah kalo diomongin temen di belakang, di jeplak didepan orangnya, ya ga pernah dipikir pusing atau apa, soalnya "ah, masih banyak temen yang lain yang bisa ngertiin". Done! Masalah selesai.
Tapi coba pikir lagi, ketika kita punya "kepentingan" sama orang yang melakukan berbagai macam hal tadi. Totally different.
Rasanya .......................................
*ga kekata-kata*
*speechless*
Tapi sebenernya apapun itu, tergantung isi dari omongan aja,
"YOU JUST HAVE THE BUSSINESS WITH THE MESSAGE, so don't too much care about the way to deliver the message"
Kalo isi pesannya baik, pasti tujua si pengirim pesan baik kan?

Di saat tertekan, anda akan menemukan suatu arti yang lebih akan keikhlasan, tanggung jawab, dan komitmen. Bakalan tahu deh siapa yg ikhlas membantu dan tidak.
Bahkan jadi tahu siapa teman kita sebenarnya.
Ya, itu hikmah deh dari tekanan-tekanan yang bertubi-tubi dateng dari orang yang kita sendiri masih ada kepentingan jangka panjang dengannya *aduh ribet kata2nya*

Tapi jujur, dalam seminggu ini, ngerasa aja tekanan agak bertubi-tubi dari berbagai aspek kehidupan: organisasi, akademis, keluaraga (yang selalu minta cepet pulang padahal masih ngurusin hal yang urgent di kampus -.-), dan satu lagi....masalah hati.
Soal organisasi dan akademis, udah agak sering sih dapet tekanan yang begituan, jadi ya ga begitu kaget.
Tapi kombinasi keempat elemen kehidupan tadi cukup dahsyat, sampe ada aku ngerasa ada ketegangan di kepala belakang. Nah lo.

Untungnya, subhanallah, otak kita (kata para ahli) selain memiliki IQ, EQ, dan satu lagi yang paling dahsyat adalah SQ. Agak bisa bikin tenang, bikin ga bunuh diri (lebay sih, tapi beneran), bisa bikin kita tetep move on.
Terimakasih ya Allah, ya Rab, Engkau tunjukkan kuasa-Mu, justru di saat seperti ini.
Inilah hikmah yang paling indah.

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan"

:)

Kamis, 27 Oktober 2011

Need one day break

"Badan itu perlu istirahat, dan pikiran juga butuh penyegaran"

Selalu saja kata itu akan terucap dari bibir ibuku, yang selalu setia menungguku di rumah, walaupun aku pulang semalam ini. Seperti hari ini.

Buka tanpa alasan ibuku berkata seperti itu. Karena memang, sudah berminggu-minggu ini aku jauh lebih sering menghabiskan waktuku di luar rumah. Ibu bukannya tidak percaya padaku atas apa yang aku lakukan. Tapi Ibu jauh lebih khawatir terhadap kondisi badanku.

"Iya, Bu"

Hanya kata itu pula yang akan terjawab dariku. Tak ada lain. 'Iya' di sini lebih seperti menenangkan Ibuku, agar tidak selau khawatir, dan beruaha menujukkan bahwa aku sudah cukup paham dengan maksud kalimat-kalimat tersebut.
Tapi sejujurnya, aku hampir tidak pernah melaksanakan anjuran Ibuku. Aduh, ini kerjaan udah ditunggu dosen. Yang ini juga ada tugas kelompok. Proyekan lomba juga masih banyak yang harus diurus. Belum lagi harus rapat keluar UGM untuk organisasi.

Sulit memang untuk diakui. Bahwa ungkapan Ibu dari awal tadi memang benar.
Karena sekarang, nafsu makanku drop. Mataku cukup sayu. Kepalaku sering pusing. Konsentrasi suka buyar. Dan badan ini rasanya sakit semua.

Obatnya ya cuma satu: sugesti diri.
Sugesti diri sendiri kalo nanti tidur, bakal sembuh, seger, enakan.
Tapi ternyata tidur hanya menunda ngantuk, bahkan tidak menyembuhkan.

I need one day break. But it's impossible now. I have to face the exams. I need to do many things. I need ti spent my time with my family too.

Rabu, 26 Oktober 2011

Mau Terus Renang atau Tenggelem Bung?

"Kalo udah nyemplung, kita cuma ada dua pilihan: terus renang, ato malah diem aja terus tenggelem???"
Kata-kata itu aku dapetin dari temenku, saat kerjaan (proyekan anak BEM) departemen kami hampir stag di suatu titik, alias ga maju-maju.
Ya, waktu itu akhirnya diadain sharing, ceritanya semuanya harus jujur. Dan keluarlan kata-kata itu.

Agak shock juga si awalnya dikasi kata-kata itu. Tapi bener juga, intinya kalo udah berada dalam suatu keadaan ato udah telanjur ngerjain sesuatu, ketika hal itu bikin stress and even stagnant, you have to continue and finish it. Kata orang kulon si, show must go on gitu.

Analoginya bagus. Jadi kalo misalnya kita "nyemplung", alias nyebur ato masuk ke air, ya emang di sana kita cuma punya 2 pilihan: terus renang, ato diem aja dan akhirnya tenggelem.
Begitu pula kalo kita ngerjain sesuatu, dalam kasus ini lagi ngadain suatu acara misalnya, ya kan kita udah telanjur "nyemplung" jadi panitianya, mau bagaimanapun juga ya harus nge-renang-in semua jobdesk-jobdesk itu. Kalo kita diem aja, yang ada acara kita "tenggelem" ditelan waktu dan gak jadi, ato malah akhirnya kita yang ditenggelemin waktu karena udah ga produktif lagi.

Semua persoalan menurutku bisa dengan kata-kata ini.
Nice.

So, everyone, let's get start all your works, again
Be struggle :)
Thanks for all my friends who always help me to open my mind through their words.

Kamis, 20 Oktober 2011

Talk more, do more

Orang yang bekerja dengan tangannya saja, akan dikenang suatu saat nanti sebagai seorang yang 'ternyata' telah melakukan banyak hal.

Orang yang banyak berbicara dan banyak bekerja dengan tangannya, akan dikenang kebaikan ucapannya dalam golongannya dan semua kerja keras yang ia telah lakukan.

Orang yang hanya banyak berbicara, percaya atau tidak, tidak akan sama sekali berkontribusi dalam hal apapun, bahkan hanya akan menambah beban pekerjaan orang lain dengan omongannya.



Percayalah, bukan dengan omongan yang mengomentari banyak hal lah kita bisa maju.
Jangan sekali-kali menjelek-jelekkan kinerja orang yang bekerja dengan tangannya dengan 'omongan' kita Karena, sehina-hinanya pekerjaan yang ia lakukan, masih hina orang yang hanya berkomentar and do nothing.

So, jangan sekali-kali berkomentar ya kalo ga bisa ngerjain...
Jangan suka gampang nyeplos...

Sekian.

Rabu, 19 Oktober 2011

Hari yang "Cerah" yaa?

"Hari kamis, hari yang bisa me-wasting-kan waktu selama 2 jam tak berarti."
Bukan basa-basi, bukan cuma luapan emosi. Ini lebih ke luapan pikiran.
Kenapa????
Hari kamis itu, harus masuk jam 7 (as usual) dan di jam 10 sampai jam 12 itu ga ada jadwal apa-apa.
"Ya, dimanfaatkan dong!" Oke, emang harusnya dimanfaatkan dan mau ga mau harus dimanfaatkan biar tetep bisa survive idup di tengah kepungan banyak tekanan dari mana-mana.
Tapi, masalahnya adalah, krik-krik juga mau ngapain.
Mau tidur? susah, paling bisa si di ruang sekre KM, tapi agak gimana juga mau tidur disana..
Mau ngerjain tugas? biasanya kelompok, paling mentok cari bahan doang, itupun kalo inget n niat :p
Mau maen? sama siapa? yang biasanya maen bareng, ada yang jadwal praktikum lah, kuliah lah...
Mau nyelesein urusan praktikum ortho? kagak bisa, dosennya kagak ada di hari kamis
Mau nyelesein urusan proyekan? ini yang paling bisa, tapi masalahnya adalah ga setiap minggu juga kali dapet proyekan -_-
Mau belajar? Jujur ni ya, paling ga bisa kalo disuruh belajar di keadaan yang rame n riweh begini.
Mau ngapain lagi? Nah lo, bingung kan jadinya.

Akhirnya, ane cuma nempil di pojokan selasar perpus, buka laptop, connect ke wifi, dan melakukan beberapa hal, termasuk menulis ini.

Maaf, sekali lagi ini salah satu luapan pikiran saya yang udah emang sutuk ga jelas dari beberapa hari ini.

Selasa, 18 Oktober 2011

Wednesday=Lazynessday

Wednesday always make me lazy, ouh!

Kenapaaa..... kenapa, kenapaaa *nada ayu ting ting*

Karena tiap rabo doang aku bisa masuk jam 9 mamen...

So, after shubuh I always back to sleep again, hahaha

No, not that kind also, If I don't feel sleepy I WILL NOT go to sleep again anyway...

Yeah, but after all, love wednesday :D

It's a new blog, but the same me!

It was just a moment that I thought, should I have some blog?
And I always answer no, no, no.

But why did I make?
I don't know, just want to express all things in my life with my own perseption. No more.

So, yeah this is the new blog :)

I hope I can post many good things, I rather hate to write bad things anyway.

So so so, this is it, my new blog :)